
Upacara bendera yang dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026 di lingkungan SMAN 4 Tasikmalaya berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Upacara ini dipimpin oleh Ibu Neneng Herlin Sitawati, S.Pd. selaku pembina upacara, yang menyampaikan pesan-pesan penting sebagai bekal pembentukan karakter bagi seluruh siswa
Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa menjadi pribadi yang bersyukur dalam keadaan apa pun. Rasa syukur bukan hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap menerima dan menjalani kehidupan dengan lapang dada. Dengan bersyukur, seseorang akan merasakan ketenangan serta diyakini akan memperoleh kenikmatan yang berlipat ganda.

Selain itu, pembina upacara menekankan pentingnya kejujuran dan keberanian dalam menegakkan kebenaran. Sikap jujur merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa diharapkan mampu berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran, meskipun dalam situasi yang tidak mudah.
Pesan berikutnya yang tak kalah penting adalah membiasakan diri mengucapkan kata “maaf” dan “terima kasih”, bahkan untuk hal-hal yang tampak sederhana. Dua ungkapan tersebut mencerminkan kerendahan hati, rasa hormat, serta kepedulian terhadap sesama. Jika dibiasakan sejak dini, sikap ini akan membentuk pribadi yang santun dan berakhlak mulia.
Menariknya, dalam upacara tersebut pembina upacara juga menyampaikan salam pembuka dan penutup menggunakan bahasa Jerman. Hal ini memberikan nuansa berbeda sekaligus menambah wawasan siswa tentang keberagaman bahasa dan budaya dunia.
Melalui upacara bendera ini, diharapkan seluruh siswa SMAN 4 Tasikmalaya tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial semata, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai kehidupan yang disampaikan. Syukur, kejujuran, serta kesantunan adalah bekal penting untuk menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi masa depan.
Tinggalkan Komentar