You are here:
Home » Berita » Media pembelajaran pada proses pendidikan

Media pembelajaran pada proses pendidikan

August 11, 2011 by  
Posted in: Berita

Keterbatasan guru dalam menyampaikan materi pelajaran sering menjadi salah satu kendala terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Kecenderungan guru dalam menyampaikan materi pelajaran biasanya dilakukan dengan cara mengajar secara ekspositori melalui verbal yang dapat menimbulkan salah penafsiran terhadap materi yang diajarkannya. Sedangkan tidak semua materi mampu disajikan secara verbal.

Bila hal ini terjadi maka lingkungan belajar tidak sepenuhnya terjadi. Lingkungan belajar yang diatur oleh guru mencakup tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metodologi pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang dikenal sebagai komponen-komponen pembelajaran.

Metodologi pembelajaran mencakup penggunaan metode mengajar dan media pembelajaran belum dioptimalkan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru. Guru bukanlah satu – satunya sumber belajar bagi siswa, kedudukan media pembelajaran menjadi sangat penting sebab mampu meningkatkan proses belajar siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Media pembelajaran berasal dari kata media dan pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar sedangkan pembelajaran merupakan proses pengalaman belajar siswa melalui suatu interaksi. AECT (Association of Education and Communication Technology) dalam Arief Sadiman dkk (2003a:6) mendefinisikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
Gagne (1970) mendefinisikan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara Briggs (1970) berpendapat adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Berbeda dengan definisi diatas NEA (National Education Association) mendefiniskan media adalah bentuk -bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatanya.

Media hendaknya dapat dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca. Media pembelajaran merupakan sumber belajar bagi siswa dalam upaya peningkatan hasil belajarnya, dalam kaitan ini Arief Sadiman dkk (2003b:5) membagi beberapa jenis sumber belajar yaitu:

1. Bahan (Materials) atau yang biasa dikenal dengan perangkat lunak (software) seperti buku, modul, majalah, OHT.

2. Alat (Device) atau dikenal dengan perangkat keras (hardware) seperti projector film, projector overhead, video tape, cassette recorder, TV.

3. Teknik yaitu prosedur rutin atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan alat, bahan, orang dan lingkungan untuk menyajikan pesan. Seperti teknik demontrasi,
ceramah, tanya jawab, belajar mandiri.

4. Lingkungan atau Setting yaitu tempat yang memungkinkan siswa belajar seperti gedung sekolah, museum, perpustakaan dan lain – lain.

Selanjutnya dalam upaya pemanfaatan media pembelajaran untuk membantu proses pembelajaran Edgar Dale dalam Arief Sadiman dkk (2003c:7) memberikan acuan dalam menentukan pemilihan media yang akan digunakan berupa klasifikasi pengalaman menurut tingkat yang paling konkret ke yang paling abstrak yaitu kerucut pengalaman (Cone of experience) sebagai berikut:

 

Kerucut Edgar Dale merupakan suatu acuan yang dalam pemilihan media untuk sumber dan sarana belajar bagi siswa dengan tetap mengacu pada karakteristik serta tugas perkembangan siswa sehingga penggunaan dan pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat memperoleh hasil optimal dengan maksud media membantu dan mempermudah proses pembelajaran siswa bukan sebaliknya media malah mempersulit proses pembelajaran siswa.

sumber : bahan skripsi penulis


Tell us what you think

Tell us what you're thinking about this content! Get a personal pic from Gravatar and share your thoughts!