You are here:
Home » Berita » Seminar Literasi Media Bersama KPID Jabar

Seminar Literasi Media Bersama KPID Jabar

June 7, 2013 by  
Posted in: Berita, Event

Tasik-SMA Negeri 4 Tasikmalaya menjadi salah satu sekolah yang di undang oleh pihak KPID Jabar (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat) dalam acara “Seminar Literasi Media”, Selasa (28/5), dengan mengusung tema Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat Dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Media Penyiaran Kepada Lembaga Pendidikan.

Bertempat di Aula Hotel Crown 3 Star, acara tersebut dihadiri oleh sejumlah murid dan guru dari berbagai sekolah di tingkat SLTA/SMA lainnya, diantaranya 3(tiga) orang perwakilan dari siswa dan 2(dua) orang perwakilan dari guru, dari masing-masing pihak sekolah.

Acara tersebut berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan dua narasumber sebagai pemateri. Pemateri yang pertama yakni Dadang Rahmat Hidayat (ketua KPI Pusat) dan pemateri yang kedua, Drs.A.S.Haris Sumadiria, M.Si (koordinator bidang infrastruktur penyiaran KPID Jabar).

Pemateri yang pertama, Dadang Rahmat Hidayat terlebih dahulu menjelaskan tentang bagaimana suatu peran KPI(Komisi Penyiaran Indonesia) dalam membantu mengolah dan mengontrol sebuah informasi dari media yang sebarkan kepada masyarakat. KPI adalah lembaga negara yang bersifat independen yang mengatur hal-hal mengenai penyiaran. KPI terdiri atas KPI Pusat dibentuk di tingkat pusat dan KPI Daerah dibentuk di tingkat provinsi. Yang tugas, fungsi dan wewenangnya diatur dalam Undang-undang.

Media adalah salah satu pihak yang sangat berperan penting dalam menyampaikan sebuah informasi pada masyarakat. Menyadari bahwa tidak semua media selalu berisi pesan-pesan yang baik, dan ikut berdampak pada pola prilaku dan pemikiran kita nantinya, maka dari itu masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana cara mengolah suatu informasi dengan baik.  Salah satunya adalah dengan ikut berpartisipasi menilai langsung sebuah informasi tersebut. Yakni dengan berfikir kritis terhadap informasi yang didapatkan, baik itu dari siaran televisi maupun radio. Dengan begitu masyarakat sebagai pihak penerima informasi, dapat terhindar dari tayangan-tayangan yang dapat merusak moral dan pencitraan karakter suatu bangsa.

Sebagai pemateri kedua, Drs.A.S.Haris Sumadiria, M.Si juga menambahkan, masyarakat harus mampu menjadi pemirsa yang cerdas dalam memilih tayangan. Di zaman yang serba modern dan canggih ini, tentu saja kita dapat dengan mudahnya mengakses sebuah informasi. Seperti di tempat-tempat yang menyediakan fasilitas televisi, di terminal bus, bandara, angkutan umum, atau bahkan alat canggih handphone pun telah ada yang memiliki fasilitas televisi yang lebih fleksibel. Dan jangan lupakan, di rumah pun hampir seluruh keluarga di masyarakat menggunakan televisi sebagai media penyampai informasi yang lebih dominan.

Rumah memang menjadi tempat dimana berkumpulnya seruluh anggota keluarga, dan tempat peristirahatan yang nyaman untuk melepas penat setelah melakukan aktivitas yang melelahkan. Dalam hal ini orang dewasa sangatlah berperan penting dalam mengawasi anak-anaknya ketika menonton televisi. Apa pun bisa terjadi ketika orang dewasa lalai dalam mengontrol tayangan-tayangan yang dilihat anak-anak tersebut, bisa saja tayangan tersebut membawa pengaruh buruk terhadap anak. Seperti tayangan film yang menontonkan prilaku yang tidak wajar untuk dilihat seorang anak dibawah umur.

Orang dewasa harus pintar memilih tayangan-tayangan yang layak dan mendidik bagi anak-anaknya, sebab tayangan-tayangan di televisi itu bersifat mengajak, TV dapat dipancarluaskan melalui frekuensi atau satelit hingga menjangkau pemirsa luas, desa-kota, antar pulau, nasional, regional, dan dunia, bisa juga ditonton oleh siapa saja tanpa kecuali.

Acara yang berlangsung dari pukul 09-00 s.d 01.00 siang ini, mendapat respon positif dari peserta seminar. Sehingga pada sesi tanya jawab, dengan antusiasnya, mereka pun mengajukan pertanyaan demi pertanyaan.

Tahukah anda butuh waktu berapa lama kita menonton televisi? Dan sadarkah kita, ternyata waktu terbuang sia-sia ketika kita menonton tayangan televisi yang sebetulnya tidak terlalu penting dan hanya akan menjadi sampah! Dibandingkan dengan waktu anda belajar, peluang menonton televisi di rumah jauh lebih banyak daripada waktu anda untuk belajar.  Untuk itu, berubahlah menjadi lebih baik dan jadilah pemirsa yang cerdas dalam memilih tayangan yang bermutu dan memiliki manfaat yang tepat untuk diri sendiri dan berguna bagi masa depan.

*Catatan:

Jika anda menemukan tayangan di televisi yang tidak wajar dan menyimpang, kirimkan pengaduan anda ke:

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID Jabar).

Jl. Malabar No.62 Bandung 40262. Telp (022) 7308812-7308813.

Email : Kpidjabar@gmail.com.

Sms pengaduan : 081573107000.

 

artikel ini ditulis oleh tena irnawati (XI IPS 4)


Tell us what you think

Tell us what you're thinking about this content! Get a personal pic from Gravatar and share your thoughts!